Yaman Lancarkan Serangan Rudal dan Pesawat Nirawak ke Israel dan Kapal Induk AS

Kabaryaman.com – Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan serangan besar-besaran terhadap kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Harry Truman , serta sejumlah kapal perang lainnya di Laut Merah, dan target militer Israel di wilayah Jaffa , utara wilayah pendudukan Palestina. Serangan ini dilakukan sebagai bentuk balasan atas agresi AS dan dalam rangka memperingati 10 tahun Hari Ketahanan Nasional Yaman pada 26 Maret 2025 .

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (26/3/2025), Angkatan Bersenjata Yaman menyatakan bahwa pasukan rudal, pesawat nirawak (drone), dan angkatan laut negara tersebut telah menargetkan kapal induk AS, USS Harry Truman , serta sejumlah kapal militer Amerika di Laut Merah selama beberapa jam terakhir.

Yaman juga melaporkan bahwa serangan mereka terhadap kapal-kapal tersebut berlangsung efektif dan berhasil mencapai tujuan operasi. Dalam pernyataan tersebut, Yaman menegaskan bahwa konfrontasi dengan pihak musuh masih berlangsung hingga pengumuman ini dikeluarkan.

Selain itu, Angkatan Bersenjata Yaman juga mengumumkan serangan menggunakan pesawat nirawak ke target militer Zionis di Jaffa , wilayah pendudukan Israel. “Untuk membela hak-hak rakyat Palestina di Gaza dan terus mendukung perjuangan mereka, pasukan drone Yaman berhasil menyerang target militer musuh Zionis di Jaffa,” bunyi pernyataan tersebut. Yaman menyatakan bahwa operasi ini berhasil mencapai tujuannya berkat rahmat Allah.

Yaman menegaskan komitmennya untuk melanjutkan operasi militer melawan rezim Israel demi mendukung rakyat Gaza yang tertindas akibat blokade dan serangan brutal. Dalam pernyataannya, Angkatan Bersenjata Yaman menyebutkan bahwa mereka akan terus menghadapi agresi Amerika dan tindakan balasan terhadap Israel, serta mencegah kapal-kapal Israel melintasi wilayah operasi yang dinyatakan, termasuk Laut Merah , Bab El-Mandab , Teluk Aden , dan Laut Arab .

“Operasi ini akan terus berlanjut sampai serangan Israel dihentikan dan pengepungan Jalur Gaza dicabut,” tegas pernyataan tersebut. Yaman juga mengajak seluruh umat Islam yang merdeka untuk mengambil tindakan guna menghentikan kejahatan genosida yang dilakukan oleh rezim Zionis terhadap rakyat Gaza.

Sebelumnya, pemimpin gerakan Ansarullah Yaman , Sayid Abdul Malik Badreddin Al-Houthi , memberikan batas waktu empat hari kepada para mediator internasional. Ia memperingatkan bahwa jika bantuan kemanusiaan tidak tiba di Gaza, Yaman akan melanjutkan operasi militer angkatan lautnya terhadap rezim Israel.

Badreddin Al-Houthi juga mengumumkan bahwa keputusan untuk melarang kapal-kapal yang terkait dengan rezim Zionis melintasi jalur maritim strategis seperti Laut Merah , Bab El-Mandab , Teluk Aden , dan Laut Arab telah memasuki tahap pelaksanaan. “Jika blokade Jalur Gaza tidak dicabut, maka kami akan menggunakan semua opsi praktis untuk mengatasi kelaparan rakyat Palestina,” tegasnya.

Sementara itu, Amerika Serikat dan Inggris, yang mendukung rezim Zionis, melancarkan serangan udara balasan terhadap Yaman. Serangan ini menargetkan wilayah pemukiman dan pusat-pusat sipil di negara tersebut, menambah derita warga Yaman yang sudah lama dilanda konflik.

Serangan Yaman terhadap kapal induk AS dan target militer Israel menunjukkan eskalasi baru dalam konflik regional yang melibatkan berbagai kekuatan internasional. Sementara Yaman berusaha memperluas pengaruhnya dengan mendukung perjuangan Palestina, langkah ini juga meningkatkan ketegangan antara Iran—yang mendukung Houthi—dan sekutu-sekutu Barat seperti AS dan Inggris.